Kesetiaan

Kesetiaan

Wahyu 2: 10b "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan."
Apa arti kesetiaan menurut 'dunia'?

Kesetiaan menurut KBBI adalah  berpegang teguh (pd janji, pendirian, dsb); patuh; taat: bagaimanapun berat tugas yg harus dijalankannya. Kalau kita sering menonton tv kita akan sering menemukan artis atau public figure yang suka kawin-cerai dan ini merupakan kejadian yang sudah biasa dikalangan manusia zaman sekarang. Hal ini tentu membuat manusia semakin susah untuk mempercayai orang lain. 
 
 
Sebenarnya, apakah kesetiaan menurut Alkitab? 
 
Dalam perjanjian baru, kata "setia" memiliki 3 makna yang berbeda, yaitu dapat dipercaya; taat menjalankan perintah; dan orang yang percaya, pengikut atau penganut. Ketika Tuhan Yesus berbicara tentang hamba-hamba-Nya yang setia, yang Dia maksud adalah Dia sedang menantikan orang-orang yang mau percaya dan mengikuti Dia; taat dalam menjalankan amanat-Nya; dan dapat dipercaya sepenuhnya. Tuhan menginginkan kita untuk terus beriman dan setia kepada-Nya

Jika kita hidup dalam kedagingan maka kita tidak akan memiliki buah roh yang salah satu sifat dari buah roh adalah kesetiaan. bagaimana seseorang bisa berkata bahwa "aku setia kepada Tuhan namun aku hidup menurut kehendakku dan menurut kedaginganku." orang yang hidup dalam kedagingan akan hidup menurut kehendaknya. dalam galatia kita telah di ingatkan untuk kita dapat hidup dalam roh agar buah roh ada di dalam hidup kita yang menjadikan kita setia kepada Tuhan karena kita tidak hidup menurut kedagingan kita dan hawa nafsu kita. saat kita hidup menurut kehendak Tuhan maka kita akan taat kepada Tuhan dan melakukan semua perintahNya dalam hidup kita maka saya dapat katakan bahwa kesetiaan ada di dalam hidup orang tersebut.

Ketidak setiaan sudah ada sejak kapan?

Kesetiaan itu susah untuk dilakukan dan didapat. Bahkan sejak zaman dahulu, kesetiaan itu bukanlah hal yang gampang dilakukan dan didapat. Alkitab membuktikan hal ini, kita dapat membacanya dalam Maz 12:2 ("Mereka berkata dusta, yang seorang kepada yang lain, mereka berkata dengan bibir yang manis dan hati yang bercabang); Ams 20:6("banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?); dan 2 Tim 3:1-5 (4: "suka mengkhianati, tidak berpikir panjang, berlaga tahu. lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah). 

Bagaimana kita bisa hidup dalam kesetiaan?

1. Dengan bersandar pada kesetiaan Tuhan yang tidak berubah.
Jika kita tidak setia, Allah tetap setia. Kebenaran ini seharusnya mendorong kita untuk bertumbuh di dalam kesetiaan dan bangkit kembali tatkala kita jatuh di dalam ketidaksetiaan.


2.  Belajar untuk setia mulai dari perkara-perkara yang kecil.
Misalnya, dalam hal membaca Alkitab, berdoa, berbakti, memberi persembahan, dan melakukan dengan tanggungjawab tugas-tugas yang ada di depan kita.



Ayat Pendukung:

 Amsal 19:22
 "Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong."

Lukas 16: 10
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar."

Matius 25:23
"Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawan dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."


Cerita tentang KESETIAAN:


Cerita kesetiaan seekor anjing pada tuannya seringkali menyentuh hati. Di Jepang ada legenda seekor anjing yang setia menemani tuannya, Prof. Dr. Elisaburo Ueno, guru besar di Universitas Tokyo. Awalnya, Hachiko, anjing itu diajak mengantar dan menjemput tuannya di sebuah stasiun kereta api. Setiap hari, Hachiko selalu menunggu dengan setia kedatangan profesor. Suatu saat, tahun 1925, sang profesor tidak muncul di stasiun kereta karena meninggal di tempat mengajar. Namun Hachiko, dengan kesetiaan luar biasa tetap menanti hingga tengah malam. Keesokannya, lusa, dan bahkan dikisahkan seterusnya selama 10 tahun, ia terus menunggu. Suatu saat, Hachiko tertabrak dan mati seketika. Kisah ini sangat mengharukan masyarakat Jepang sehingga mereka mengabadikannya dengan mendirikan patung anjing.

Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kisah ini? Matius 25:23 adalah gambaran kerinduan Allah akan kesetiaan anak-anak-Nya. Kesetiaan yang bukan didasari oleh motivasi yang salah misalnya ingin berkat, tetapi murni karena mengasihi Allah. Allah tidak mengidentifikasikan hamba yang setia sebagai orang serba bisa dalam pekerjaannya, tapi lebih kepada kesetiaan atau ketekunan seorang hamba dalam melayani karena kasih. Sudahkah anda setia atas apa yang Allah percayakan kepada anda dengan alasan yang benar? Setialah pada hal kecil agar dipercaya Allah untuk perkara yang besar.













 

 

No comments:

Post a Comment